Artikel Kesehatan

Bahaya Fast Food

Siapa yang tidak suka menyantap makanan jenis fast food atau cepat saji ? Sepertinya sulit untuk disangkal jika nyaris semua orang pernah menyantapnya, rakus bin maruk malah. Repotnya istriku juga seneng banget dan sering ngajak

buat makan di rumah makan fast food, kayak McDonald, KFC, HokBen, Pizza Hut. Uh…kayaknya ngidam kalo sebulan ga mampir kesana. Mending kalo koceknya lagi oke, kalo ga… puasa dulu ya sayang… Sebenarnya dia juga sudah tahu bagaimana bahayanya, tapi mau gimana lagi?

Ternyata setelah menelusuri Biro Konsultasi Dokterku.net, mengonsumsi makanan siap saji selama sebulan tanpa olahraga, akan meningkatkan kadar ALT (alanine aminotransferase) dalam tingkat yang membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan hati. Meskipun demikian kadar kolesterol-HDL (kolesterol baik) ternyata juga meningkat akibat konsumsi ini.

Dr. Frederik Nystrom dkk. dari University Hospital of Linkoping, Swedia, meneliti 18 laki-laki dan perempuan usia 20 tahunan, ramping dan dalam keadaan sehat. Mereka mengkonsumsi makanan siap saji 2 kali sehari selama 4 minggu. Sukarelawan tersebut juga diminta tidak melakukan olahraga. Tujuan studi ini adalah untuk meningkatkan berat badan sebanyak 10 – 15%, dan mengukur dampak kenaikan asupan kalori yang cepat ini.

Contoh darah diambil sebelum, selama dan sesudah studi, untuk memantau kadar enzim ALT, yang merupakan petanda kerusakan hati yang sering dijumpai pada peminum berat dan penderita hepatitis C. Kadar ALT meningkat secara tajam hanya dalam waktu 1 minggu, dan rata-rata menjadi 4 kali lipat pada akhir studi.

Salah satu subyek menarik diri dari studi, dikarenakan mempunyai kadar ALT yang besarnya 10 kali lipat dari kadar normal. Sebanyak 11 dari 18 subyek menunjukkan kenaikan kadar ALT yang secara normal mencerminkan adanya kerusakan hati, meskipun subyek-subyek itu tidak mengalami kerusakan seperti itu. Dua subyek menderita perlemakan hati.

Penemuan lain yang juga cukup mengejutkan adalah bahwa tanda-tanda kerusakan hati tersebut lebih berhubungan dengan karbohidrat, dan bukan disebabkan lemak dalam makanan. Sebaliknya lemak dalam makanan siap saji tersebut berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol-HDL (kolesterol baik).

Hal ini mungkin dapat sebagian menjelaskan mengapa orang Prancis yang gemar mengonsumsi mentega, krim, keju, dan daging (makanan berlemak) dalam jumlah banyak, secara umum hanya sedikit yang menderita penyakit jantung dan hipertensi.

 

Siapkan Penangkalnya

Nah, buat para penggemar fast-food atau makanan siap saji, sebaiknya mempunyai nutrisi penangkalnya. Sehubungan dampak yang ditimbulkan darinya dapat mengganggu fungsi metabolisme tubuh, yaitu peningkatan kadar kolesterol dan timbulnya perlemakan hati, maka nutrisi yang sebaiknya dikonsumsi juga adalah nutrisi yang bisa mempertahankan kinerja fungsi hati dan penghancur kolesterol.

Pemilihan nutrisi juga sebaiknya hati-hati, karena saat ini tidak semua nutrisi aman bagi kesehatan. Salah-salah bukannya memperbaiki fungsi organ tubuh, malah semakin memperparah.

Nutrisi yang  direkomendasikan adalah Muncord Capsules dan Chitin Chitosan. Masing-masing mempunyai fokus kerja yang berbeda namun saling memperkuat. Muncord misalnya, nutrisi ini mempunyai efek memperbaiki dan memperkuat fungsi hati (selain hati, juga jantung, limpa, ginjal dan paru-paru), juga sebagai detoksifikasi atau pengikat racun tubuh yang mengalir dalam darah dan organ, serta memperkuat kekebalan tubuh. Sedangkan Chitin mempunyai efek menghancurkan dan mengikat serta membuang lemak yang tidak diperlukan tubuh seperti LDL dan Trigliserida tetapi membantu meningkatkan kadar HDL, juga membersihkan isi usus dari segala racun yang melekat pada dindingnya.

Tak ada yang mau terkena bahaya fast-food kan ?

Posted : 12 Februari 2015 - admin
Copyrights ©2015 | Rumah Sakit 'Aisyiyah Kudus